Membabi Butakan Idola|Ternyata Tidak Baik


Saya yakin hampir seluruh di penjuru dunia semua orang pasti punya idola atau dalam bahasa sekarang fans, bahkan sering kali saya menjumpai orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai fans berat kepada tokoh-tokoh tertentu yang mereka idolakan.

Menjadi pengikut orang lain, seperti pemimpin, tokoh idola, atau artis tentu sah-sah saja. Namun, perlu diingat bahwa anda adalah diri sendiri. Anda berbeda dengan orang dia, mereka, atau siapapun orangnya. Anda mempunyai jadi diri yang berbeda dengan orang lain.jati diri tersebut mesti di pertahankan hinga tutup usia. Sebab jati diri adalah sesuatu yang menyatu didalam jiwa manusia sejak lahir. Seseorang yang misalnya tampil lugu dimanapun berada maka begitulah kenyataanya.

kemewahan
Gambar wanita tampil cantik

jati diri tidak semerta merta dapat di ubah dengan penampilan mewah, menggunkan mek-up tebal ataupun menggunakan pakai pakian mewah layaknya selebriti.

kadang kala manusia melupakan jati dirinya manakala larut dalam budaya yang sedang menjadi tren atau di gemari masyarakat. Manusia sering mengikuti tren yang ada di masyarakat. Mereka ikut-ikutan memuja artis film tertentu meskipun sebenarnya ia tidak suka menonton film karena ketampanan atau kecantikan artis tersebut.

Baca Juga : 9 Kunci Bahagia

Dalam konteks lain, ada orang yang mengikuti aliran keagamaan tertentu secara membabi buta tanpa dasar ilmu. Para pengikut tersebut tidak tau menahu tentang aliran tersebut. Padahal, paham yang di ajarkan ternyata keliru, mengajarkan kekerasan,serta suka membuat keonaran dimana-mana. Aliran ini menjadi mengotori dunia karna membuat orang lain merasa tidak tenang serta banyak menimbulkan kerusakan di banyak tempat.

manusia boleh mengidolakan orang lain, tetapi harus mengingat jati diri sendiri. Jika dirinya adalah seorang yang jujur, tegas, pendiam, serta suka menolong, untuk apa mempunyai idola seorang tokoh yang jelas jelas tersangkut masalah korupsi? Tidak ada gunanya mengidolakan seorang tokoh yang memiliki moralitas lebih rendah di bandingkan dengan dirinya sndiri.

dalam mencari jati diri terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya ibarat mutiara terpendam. Meskipun terpendam, mutiara tetaplah batu mulia yang sangat berharga. Namun karena terpendam, mutiara tidak muncul ke permukaan sehingga tidak terlihat.

Dalam dunia idola, moralitas bukanlah persoalan penting.

idola

Faktor terkenal membuat banyak orang mengidolakan seseorang, khusunya kalangan selebriti yang tersandung kasus pornografi, narkoba, penganiyaan, dan perilaku yang mencerminkan moralitas rendah atau kurang berbudi pakerti. Namun, nyatanya mereka masih di gandrungi oleh banyak orang yang seakan tutup mata atas segala cela pada diri mereka.

tidak perlu manuisa mengidolakan orang lain melebihi proporsinya. Pantang bagi anda mengidolakan orang lain secara berlebihan hingga lupa diri. Ingatlah bahwa anda sebenarnya juga mampu menjadi idola, disanjung dan menjadi teladan banyak orang. Bahkan anda bisa jauh lebih baik dari orang yang selama ini jadi idola masyarakat.

Pemikiran semacan ini akan mencegah anda melampaui batas dalam menyanjung, memuja dan mengidolakan orang lain.

Sebagai manusia yang mempunyai prinsip, untuk apa anda membabi buta dalam mengidolakan orang lain? lebih baik anda menjalani hidup dengan menjadi diri sendiri.

Idolakanlah ibu mu Karna ibu adalah pahlawan kita, Tanpa ibu kita tak akan pernah di lahirkan ke dunia.

Baca Juga : Ukuran Keimanan Seseorang

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *